17 Januari 2015
Mubaligh: Ust. Nur Rahmat
Segala
puji bagi Allah yang telah memberikan rizqi kepada kita yang dengannya
kita bisa merasakan indahnya islam. Shalawat serta salam tetap
tercurahkan kepada Nabi kita Rasulullah saw. yang telah mengeluarkan
kita dari zaman yang gelap gulita ke zaman yang terang benderang.عما بعد
Semakin
lama islam semakin terpojok. Walaupun tidak ingin melenyapkan, mereka
membuat islam tetaplah islam tetapi rusak dalamnya. Mereka itulah
orang-orang yang membenci islam, mereka tahu kebenaran tetapi mereka
menolaknya, mereka itulah orang-orang yang sombong.
3 cara untuk menghadapi isu" yang berusaha menghilangkan kegiatan yang berbau islam:
-Berjamaah
-Ukhuwah
-Strategi
Agar
semua itu dapat berjalan lancar. Janganlah kita menutup diri tetapi
kita harus terbuka, OPEN YOUR MIND. Tidak seperti katak yang dikurung
dalam kurungan yang tertutup rapat. Hanya gelap saja yang ia lihat.
Apabila kurungan itu dibuka, maka akan terlihat dunia yang sangat luas dan katak itu melompat sejauh mungkin.
Pemikiran dibagi menjadi 2:
-Pemikiran yang berbasis keagamaan
-Pemikiran yang berbasis ilmu pengetahuan
Apabila
pemikiran yang berbasis ilmu pengetahuan tidak didasari oleh pemikiran
berdasarkan Islam, maka akan membuat seseorang semakin jauh denagn
Allah.
Sebenarnya jenis
pemikiran kedua termasuk dalam jenis pemikiran pertama. Karena para
ilmuan dahulu menciptakan sesuatu teori berdasarkan pemikiran yang
berdasarkan agama.
Sudah
banyak orang yang tersesat karena berlebihan menggunakan ilmu
pengetahuan tanpa didasari oleh agama. Seperti halnya liberalisme,
pemikiran ini mengutamakan akal pikiran. Makna konotatif dari
liberalisme adalah membebaskan sebebas-bebasnya.
Tetapi
itu tidak mudah terjadi karena masih banyak orang di sekitar yang
mempunya hak-hak yang berbeda-beda. Maka apabila manusia diberi
kebebasan hak sebebas-bebasnya pasti akan berbenturan denagn hak-hak
orang lain yang juga berusaha untuk berkehendak sebebas-bebasnya.
Orang
yang antisipasi terhadap islam sebenarnya ia adalah orang yang belum
faham atau kenal dengan islam, apabila dia telah kenal denagn islam,
maka dia akan bersimpati dan mengetahui bahwa islam mengajarkan banyak
hal dari segi apapun.
Ciri Muslim شاملا متكاملا
Seseorang muslim yang berpikiran cerdas akan menghasilkan pemikiran yang bersifat:
-Konstruktif
-Produktif
-Sistematis
-Ideologis
Yang kita pikirkan tidak hanya masalah pendidikan, ekonomi, tapi juga masalah politik kekeluargaan.
Islam tidak berpikiran جزءا
Banyak
orang diluar islam beranggapan islam hanya harus solat dan berdzikir
saja. Tetapi islam juga mengajarkan bagaimana bertindak dan apa yang
harus dilakukan dari bangun tidur, pagi hari, siang hari, hingga tidur
lagi.
Rabbaniyah
Seorang
muslim dalam segala hal harus dilandaskan dengan aqidah yang kuat. Dalam
menegakkan agama, seorang muslim haruslah mempunyai pemahaman yang luas
denagn pemahaman musuh-musuh di luar.
Dan tindakan itu dikuatkan denagn ukhuwah.
Apabila
ada seorang muslim yang berbuat salah maka janganlah menegurnya di
depan umum karena akan dapat memutuskan ikatan silaturahim kepadanya.
Carilah kesempatan dimana dia sedang sendiri dan ajaklah berbicara
dengan sopan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar