Pages

Sabtu, 07 Mei 2016

Yuk Mengenal Rasul





K
enapa sih kita butuh rasul? Atau selama ini kita tidak butuh rasul? Cuma butuh duit. Manusia jika melihat suatu yang gagah pasti kagum karena manusia fitrahnya ingin serba dicukupi atau ingin menyebah atau juga ingin memiliki sesuatu yang dapat mencukupi dirinya, ingin hidupnya teratur. Seperti yang dilakukuan orang-orang yang menganggap suatu pohon dapat  memberikan kecukupan. Kita tidak boleh bercampur tangan dengan jin, karena memiliki ikatan yang kuat antara hidup dan mati. Pembodohan yang luar biasa apabila kita menonton anime yang sebut saja Naruto, banyak interaksi dengan jin, dalam dirinya ada kyubi yang  bisa merubah dirinya menjadi monster. Nah apabila orang kerasukan apakah dirinya bisa menjadi kuat? Lihatlah bagaimana ritual-ritual yang dilakukan di film Naruto itu. Nah disangka generasi sekarang telah ditipu-tipu bahwa Naruto itu berinteraksi dengan jin bahasanya, Cuma namanya Jincuriki. Nah begitu juga One Piece yang sudah jelas makan buah “Setan”. Naruto itu bagian dari bagaimana jin berinteraksi dengan manusia sehingga dia mempunyai kekuatan lebih untuk melakukan di luar dari hakikat manusia.

لَاهِيَةً۬ قُلُوبُهُمۡ‌ۗ وَأَسَرُّواْ ٱلنَّجۡوَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ هَلۡ هَـٰذَآ إِلَّا بَشَرٌ۬ مِّثۡلُڪُمۡ‌ۖ أَفَتَأۡتُونَ ٱلسِّحۡرَ وَأَنتُمۡ تُبۡصِرُونَ

Hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka: "Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia [jua] seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu [Al-Quran] padahal kamu menyaksikannya?" (Q.S. Al-Anbiya 21: 3)


Dengan semua fitrah yang dimiliki manusia, Allah menurunkan rasul dengan cara beribadah kepada sang kholiq yang sesungguhnya. Bahkan nabi Adam saja yang Allah ciptakan langsung di surga yang beranak-pinak, anaknya tidak dijamin masuk surga karena masalah hati adalah urusan Allah. Apakah Allah meridhoi hatinya ataukah Allah tutup hatinya. Jangan menjudge seseorang apabila orang tuanya seorang guru, ustadz, kiyai, dsb. Tapi anaknya buruk akhlaqnya, lihatlah dari berbagai aspek orang tua, cara anaknya belajar, lingkungan, dll. Siapa yang bisa jamin bahkan anaknya nabi Nuh as., ia bisa kafir di saat-saat terakhir. Dari semua sifat dasar manusia itu, keberadaan Tuhan, ingin mengakui adanya hal yang hebat yang patut disembah, dan yang ingin mengatur hidupnya. Maka Allah mengutus rasul yang membawa hidayah bagaimana fitrah manusia ini disalurkan dengan cara yang benar sesuai yang pencinpta hendaki. Rasul ada yang diutus  untuk umatnya saja dan ada yang untuk global contohnya nabi Muhammad saw., bahkan ada yang diutus untuk sekumpulannya saja. Jumlah nabi ada 128.000 dan rasul 315 diantaranya, itu semuya tidak dituliskan dalam Al-Quran. Hanya 25 nabi dan rasul, bukan berarti yang tidak dituliskan mereka tidak mulia. Tapi itu yang dianggap paling mulia. 

Kita selaku harus ittiba’ul rasul, untuk kita mengenal pencipta kita Tuhan kita. Dan salah satu sifat manusia adalah sangat menyenangi siapa yang lebih darinya. Seperti misalnya perempuan menyenangi perempuan yang cantik-cantik dalam hal bersolek dan menyenangi laki-laki dalam hal pasangan. Kalau laki-laki idolanya adalah prestatif, dia tidak mesti ganteng yang penting pinter dan pandai berusaha, dan pastinya mengidolakan perempuan dalam hal jodoh. Rasulullah itu datang dengan teladan akhlaq yang sempuran agar umatnya tidak lagi ada yang mengidolakan yang lain. Yang seharusnya kita cantumkan dalam hati kita, seharusnya adalah nabi kita dan cara mengenalinya dengan cara membaca shiroh. Mengenal lebih jauh tentang Rasulullah bagaimana bersikap, bukan di web…, setelah dia menenal Allah dan rasulnya pastinya dia akan beribadah dengan benar,  shohihul ibadah.  Nah itu bagaimana cara kita mengenal Rasul. 

Definisi rasul adalah Arrasul dari arsala menyampaikan dan nabi dari annaba anba a-yunbi u berita. Nah rasul dari kata risalah menyampaikan suatu risalah yang sifatnya global. Sedangkan naba hanya menyampaikan berita saja, ketika umatnya punya masalah maka nabi itu punya solusi. Akan tetapi rasul tidak perlu umatnya bertanya tapi dia langsung menyampaikan. Nabi hanya menjawab atau memberi solusi terhadap masalah umatnya terkait masalah di lingkungan tersebut. Bahkan ketika Isra wal Mi’raj, Rasul melihat ada nabi yang tidak mempunyai umat. Nabi Nuh berdakwah secara terang-terangan ketika orang-orang sedang beraktifitas. Dan berdakwah secara senyap bukan berarti berbisik, akan tetapi dengan cara mendatangi seseorang di malam hari, disaat mereka sedang beristirahat, mereka akan menerima dari pada saat mereka sedang bekerja. Dengan cara apapun nabi Nuh as. sudah menyampaikan. Sembunyi-sembunyi, dengan arti door to door.  Ketika kita berdakwah secara terang-terang ada saja orang yang berani menentang dan ada pula yang ingin masuk islam. Kalo yang ingin masuk islam tetapi dia takut dibenci masyarakat, dia tidak akan masuk islam karena dia lemah kondisinya. Beda dengan saat door to door  dia sebenarnya ingin masuk islam saat mendengar dakwah, akan tetapi dia dalam kondisi lemah atau takut dibenci. Kalau kita ingin berdakwah, caranya bukan memakai speaker tapi speaker bagian dari dakwah. Paling bisa disentuh dengan cara sembunyi-sembunyi, kawan dengan kawan, keluarga dengan keluarga. Begitu juga dengan Rasulullah yang pada saat itu berdakwah secara terang-terang di depan umum keluarganya sendiri bani Hasyim, Rasul bertanya apakah jika saya katakan di belakang bukit ini ada pasukan yang akan menyerang kita, apakah kalian percaya? Percaya, maka bersaksilah bahwa Allah adalah Tuhan kita dan saya adalah utusanya. Langsung dicerca. Itu semua wajar, karena Cuma ada dua peluang yaitu orang yang menerima dan orang yang menolak. Maka janganlah putus asa dalam berusaha karena selain gagal ada berhasil yang akan kita dapatkan. Kalau kita berdakwah secara terbuka, maka itulah cobaanya. 

Dalam berdakwah kita harus memperhatikan bahwa diri kita bukanlah nabi. Nabi pun sering ditegur oleh Allah dan para malaikat. Rasul dan nabi yang diutus oleh Allah pastinya membawa sesuatu yaitu sifat dan karakter yang kita ingat dengan sebutan FAST (Fathonah Amanah Shidiq Tablig. Selain dia pintar dia juga amanah dan dia juga berani menyampaikan apa yang dia yakini keyakinannya. Jika ada seseorang yang sudah memiliki ke-empat sifat itu, apakah ia mempunyai mukjizat? . Nabi selain memiliki empat karakter itu, mereka juga memiliki mukjizat sebagai tanda bahwa dia memang utusan Allah agar tidak ada keraguan. Itu ditunjukan karena manusia sifatnya visual ingin tahu. Nabi Muhammad saw., memiliki mukjizat yaitu AL-Quran, membelah bulan, dan pernah bisa mengeluarkan air. Selanjutnya dia selalu membawa nubuwah atau berita kedatangan, ada cerita-cerita yang di masa depan akan terjadi. Setidaknya setiap nabi sebelum nabi Muhammad mengabarkan adanya nabi dan rasul yang akan datang dalam kitabnya. Dalam kitab injil, disebutkan ada yang namanya Ahmad. Dan setiap rasul pasti memiliki hasil kerasulan, hasil yang gemilang yang pernah dia capai. Hasil itu tidak mesti kejayaan tapi juga kesabaran yang tinggi seperti Nabi Nuh as. yang dicerca dimana-mana. Masalah keberhasilannya kita tidak bisa menjudge. Karena mereka hanya menjalankan perintah Allah. Dan selama ini Allah mencantumkan 25 nabi yang berprestasi, mungkin Allah mencantumkan mereka karena mereka mempunyai prestasi hal-hal yang manusiawi yang dapat dicontoh oleh manusia. Allah mencantumkan 25 itu agar kita memiliki motivasi untuk berhasil seperti mereka. Mereka saja manusia yang sama-sama bisa mati tapi bisa sabar bisa melakukan hal-hal yang luar biasa dan terlepas dari nabi Adam as., yang ditirunkan oleh Allah karena kesalahannya dia. Tapi Allah menerima doanya karena taubatnya dia bersama istrinya.  Selama ini kita tidak sadar bahwa yang paling ganteng bukanlah nabi Yusuf as., akan tetapi nabi Adam as., yang langsung diciptakan oleh Allah. 

Makanaturrasul. Rasul itu terbagi dalam tiga. Pertama dia hakikatnya sebagai manusia, sebagai hamba, dan dia juga sebagai pengemban risalah Allah. Sebagai hamba, dia mempunya sifat-sifat yang sama dengan kita manusia, makan buang hajad, tidur, dan juga nikah. Barang siapa yang tidak mengikuti sunnah-sunnahku, maka dia bukan bagian dari ummatku. Termasuk menikah. Mati dalam keadaan bujang adalah hal yang paling buruk walaupun ada beberapa ulama yang meninggal dalam keadaan bujang, bukan berarti ada beberapa ulama yang tersohor yang dia tidak menikah karena sakin mencintai ilmu. Karena mereka seorang ulama, kita tidak bisa menjudge. Karena jasa mereka sangat besar beda dengan kita yang ngomong saya tidak mau nikah, ingin mencari kekayaan dulu. Para ulama yang manfaatnya besar beda dengan kita yang hidup mencari rizki menafkahi anak istri, mati, bunuh diri. Dan juga dia mempunyai keturunan atau nasab  yang jelas. Kalau keturunan nabi secara penikahan nabi tidak ada, semua laki-laki dan semua meninggal, Hassan Hussein terakhir. Adanya  keturunan dari Ali. Dan juga secara fisik, mereka mempunya mata telinga hidung dll. Dan dia tidak bersayap. Dia sebagai manusia dan dia juga sebagai teladan, maka dia menghasilkan sebuah shiroh nabawiyyah, jejak-jejak keteladan seorang nabi. Hasilnya adalah shiroh. Dan dari shiroh menghasilkan fiqih shiroh yang menerangkan bagaimana pengambilan hukum berdasarkan apa yang pernah Rasulullah lakukan. Fiqih shiroh itu lebih mengglobal, bagaimana rasulullah menjalani pemerintahan, membentuk bisnis, membentuk kaum intelektual. 

Nabi Muhammad mengadakan yang namanya sunnah, yang bisa masuk ke dalam lini-lini lain. Sunnah nabi yang berisi ucapan ketetapan yang rasulullah sampaikan. Dan Rasulullah sebagai sarul Allah, ia sebagai penyampai risalah menunaikan amanah dan pemimpin ummah. Zaman sekarang nabi sudah tidak ada maka penerus nabi ialah para ulama. Barang siapa menjalankan apa tugas-tugas nabi, menyampaikan risalah, mengajarkan kebaikan sesuai syari’at, maka dia bagian dari penerus nabi walaupun ia belum tahapan ulama, tapi dia sudah mencoba menjalankan sunnah-sunnahnya nabi. Berarti apabila dia mati dalam menjalankan sunnah maka balasannya surga. Salah satu tugas nabi adalah memimpin ummat, contohnya orang arab yang dulu tidak diperhitungkan oleh orang-orang Persia dan romawi, yang dipandang orang Arab adalah orang-orang yang kurang kerjaan yang kerjaanya ribut setiap kabilah, sekarang menjadi ummat yang diperhitungkan. Tapi yang paling ditekankan adalah bukan berarti ketika kita menjadi orang yang sukses, ummat islam menjadi orang yang cauvinis, merendahkan orang lain, merendahkan ummat lain,  golongan lain. Islam memang menggajarkan kita prestasi yang tinggi, hasil yang terbaik, tetapi tidak menjadikan diri kita lupa diri bahwa segalanya hanya milik Allah, semua yang terjadi itu karena izin Allah. Dari menyampaikan risalah, memimpin ummat, akhirnya menghasilkan fiqih dakwah. Berdakwah dengan cara yang  ahsan . Qowaidudda’wah ilallah

Jangan anggap membaca shiroh adalah sebuah tugas. Anggap saja itu sebagai kewajiban kita untuk mengenal rasul kita. 


Foto kelinci diambil sebelum berangkat setoran yang dilanjutkan dengan liqo..



Bait Firdaus. Sabtu, 7 Mei 2016
Jl. Pepaya IV (gang masjid al wakof) no.30 RT 09 RW 16

Tidak ada komentar:

Posting Komentar