|
K
|
ita adalah umat yang diperintahkan Allah untuk berdakwah,
para pemangku dakwah. Oleh karena itu kita harus menyiapkan diri untuk
melakukan banyak perbaikan. Sangat luar biasa tantangan yang kita hadapi
sekarang. Nabi shalallahu alaihi wasallam hanya 3 tahun merubah masyarakat dari
jahiliyyah menjadi khairul ummah. Jahiliyyah itu orang-orang yang tidak tahu
kebaikan dan juga keburukan “laa ya’lamul ma’ruf walaa ya’lamul munkar”. Tetapi
beliau mengubah menjadi ummat yang bukan hanya tahu tapi juga mengamalkan “ya’muruuna
bil ma’ruf wa yanhawna ‘anil munkar” memerintahkan yang baik dan mencegah
yang munkar. Ini sangat luar biasa karena mereka mengetahui kemudian menjauhi
yang munkar, karena itu Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyebut kuntum
khaira ummatin ukhrijat linnasi tamuruuna bil ma’ruf wa tanhawna ‘anil munkar
wa tu’minuuna billah. Kamu adalah ummat terbaik yang mampu melakukan amar
ma’ruf nahyil munkar dan juga beriman kepada Allah subhanahu wata’ala. Ini
perubahan yang luar biasa. Karena dakwah ini harus banyak memberikan pengaruh
yang luar biasa, yang tingkatnya tinggi sekali, jangan low impact. Dengan
jama’ah-jama’ah yang kita bangun, diharapkan kita bisa membentuk ummat yang khairul
ummat, ummat terbaik.
Apakah kita bisa membangun ummat yang terbaik itu? Kata Umar
bin Khatab . man arada anyatasifa bi hadzihi shifah fa yuaddi syartallahi
fiihi. Siapa yang mau menjadi sifat ini yaitu khairul ummah maka hendaknya
ia memenuhi syarat-syarat Allah. Ummat yang mampu melakukan amar ma’ruf nahyi
munkar adalah umat yang kuat, umat yang meliki power. Kita saat ini hanya
menghimbau dan menghimbau tapi blom memilki alquwwah, belum memiliki
power. Kita bisa mampu melarang, mampu memerintahkan sehingga terjadi proses
perbaikan yang luar biasa. Oleh karena itu kita harus terus membangun. Paradigma
yang harus kita miliki adalah menjaga yang lama yang baik, dan mengambil yang
baru yang lebih baik. Dan satu lagi yaitu melakukan perbaikan kearah yang lebih
baik dan yang lebih baik. Kenapa harus alashlah fal ashlah? Karena
perbaikan itu harus dilakukan secara berkesinambungan, berkelanjutan. Jadi bagi
kita, mencari yang lebih baik sehingga kita bisa melakukan perubahan-perubahan
sehingga menjadi suatu keharusan yaitu alishlah ila ma huwal ashlah tsummal
ashlah fal ashlah. Karena ashlah itu tidak statis tidak permanen.
Hari iini lebih baik esok tidak. Jadi kita harus terus mencari yang lebih baik.
Katanya orang intek itu ”Continous Improvement”, menjalani perbaikan secara
berkelanjutan.
Bukan bisa atau tidak bisa, tapi mau atau tidak mau. Kullu
ummatii yadkhuluunal jannah illa man abaa, seluruh ummatku masuk surge
kecuali orang yang tidak mau. Dalam kondisi saat ini, dibutuhkan kecerdasan
yang lebih untuk mengatasi permasalahan bangsa ini, dan kita hadir di Indonesia
ini, tidak membutuhkan sesuatu yang baru, seluruh cara untuk memperbaiki bangsa
sudah ada dalam alquran dan sunnah, sudah dicontohkan oleh ulama-ulama kita salafus
shalih , tinggal kita mau atau tidak. Semoga kita semua diberikan kemudahan
oleh Allah untuk melakukan. Ramadhan adalah jami’atul hayah, universitas
kehidupan. Banyak oleh Allah dijadikan orang-orang yang cerdas, orang-orang
yang bertakwa dan diantara hasil dari perguruan tinggi Ramadhan adalah kaum
muslimin yang berhasil atas izin Allah membangun sejarah yang luar biasa
mengalahkan musuh-musuh islam, walaupun mereka lebih banyak jumlahnya, mereka
lebih banyak dananya tapi dikalahkan oleh kaum muslimin yang jumlahnya hanya
300 orang dan ini diabadikan dalam surat al-anfal, dalam ayat ini dikatakan “Allahu
qadir” Allah maha kuasa dengan jumlah muslimin yang lebih sedikitdari pada
orang-orang kafir. Baggaimana caranya agar kita mau dimenangkan oleh Allah?
Ternyata kecerdasan spiritual yang sangat luar biasa itu berawal pada iman dan
takwa. Sebuah bangsa akan diberikan kecerdasan spiritual dalam membangun
peradaban, melepaskan kaumnya dari jahiliyyah menuju kesuksesan modalnya adalah
iman dan takwa.
Sama-sama surat madaniyyah, albaqarah dan annisa, kenapa
dalam surat annisa ayat pertama bunyinya ya ayyuhannasu taqu rabbakum? .
kenapa ketika berbicara tentang puasa menggunakan ya ayyuha ladzina aamanuu?
Hai orang-orang yang beriman tetapi ketika berbicara tentang pernikahan
menggunakan ya ayyuhan naas. Puasa adalah hal khusus imani, tidak
mungkin seseorang akan berpuasa dengan benar,
tidak mungkin seseorang kuat berpuasa kalau tidak ada modal yang namanya
iman. Karena puasa tidak cukup dengan modal kemanusiaan berbeda dengan kawin,
kekuatan spiritual yang menjadikan kaum muslimin mampu mendirikan kerja besar,
maka ayat-ayat quran yang memerintahkan kerja besar selalu diawali dengan ”hai
orang-orang yang beriman”. Termasuk berjihad dan termasuk juga amar ma’ruf
nahyi munkar. Kenapa harus kecerdasan spiritual yang kita butuhkan walaupun
otak kita juga harus cerdas, tetapi kenapa hari ini kita sangat membutuhkan
kecerdasan spiritual dari jami’atul hayah , karena kita lagi dilanda
krisis keberkahan. Berkah bermakna kebaikan yang tetap, kebaikan yang permanen.
Agar kita diberkahi oleh Allah, kita harus dekat dengan Allah. Imam Suyuti
rahimahullah mengatakan “semuanya disandarkan kepada Allah karena Allah
merupakan sumber barakah”. Kalau kita ingin berumah tangga diberkahi oleh
Allah, ingin berjamaah diberkahi oleh Allah, bermasyarakat diberkahi oleh Allah
maka kita harus dekat dengan Allah. Dari sekian banyak tabaraka dalam
alquran hanya Allah sebagai fa’il nya. Negara manapun yang ingin berkah,
lagi-lagi syaratnya adalah kecerdasan spiritual yaitu iman dan takwa.
Bait Firdaus. Sabtu, 04 Juni 2016
Masjid Raya Istiqlal. Jl. Taman Wijaya Kusuma, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar