Pages

Minggu, 12 Juni 2016

Universitas Kehidupan



K

ita adalah umat yang diperintahkan Allah untuk berdakwah, para pemangku dakwah. Oleh karena itu kita harus menyiapkan diri untuk melakukan banyak perbaikan. Sangat luar biasa tantangan yang kita hadapi sekarang. Nabi shalallahu alaihi wasallam hanya 3 tahun merubah masyarakat dari jahiliyyah menjadi khairul ummah. Jahiliyyah itu orang-orang yang tidak tahu kebaikan dan juga keburukan “laa ya’lamul ma’ruf walaa ya’lamul munkar”. Tetapi beliau mengubah menjadi ummat yang bukan hanya tahu tapi juga mengamalkan “ya’muruuna bil ma’ruf wa yanhawna ‘anil munkar” memerintahkan yang baik dan mencegah yang munkar. Ini sangat luar biasa karena mereka mengetahui kemudian menjauhi yang munkar, karena itu Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyebut kuntum khaira ummatin ukhrijat linnasi tamuruuna bil ma’ruf wa tanhawna ‘anil munkar wa tu’minuuna billah. Kamu adalah ummat terbaik yang mampu melakukan amar ma’ruf nahyil munkar dan juga beriman kepada Allah subhanahu wata’ala. Ini perubahan yang luar biasa. Karena dakwah ini harus banyak memberikan pengaruh yang luar biasa, yang tingkatnya tinggi sekali, jangan low impact. Dengan jama’ah-jama’ah yang kita bangun, diharapkan kita bisa membentuk ummat yang khairul ummat, ummat terbaik.


Apakah kita bisa membangun ummat yang terbaik itu? Kata Umar bin Khatab . man arada anyatasifa bi hadzihi shifah fa yuaddi syartallahi fiihi. Siapa yang mau menjadi sifat ini yaitu khairul ummah maka hendaknya ia memenuhi syarat-syarat Allah. Ummat yang mampu melakukan amar ma’ruf nahyi munkar adalah umat yang kuat, umat yang meliki power. Kita saat ini hanya menghimbau dan menghimbau tapi blom memilki alquwwah, belum memiliki power. Kita bisa mampu melarang, mampu memerintahkan sehingga terjadi proses perbaikan yang luar biasa. Oleh karena itu kita harus terus membangun. Paradigma yang harus kita miliki adalah menjaga yang lama yang baik, dan mengambil yang baru yang lebih baik. Dan satu lagi yaitu melakukan perbaikan kearah yang lebih baik dan yang lebih baik. Kenapa harus alashlah fal ashlah? Karena perbaikan itu harus dilakukan secara berkesinambungan, berkelanjutan. Jadi bagi kita, mencari yang lebih baik sehingga kita bisa melakukan perubahan-perubahan sehingga menjadi suatu keharusan yaitu alishlah ila ma huwal ashlah tsummal ashlah fal ashlah. Karena ashlah itu tidak statis tidak permanen. Hari iini lebih baik esok tidak. Jadi kita harus terus mencari yang lebih baik. Katanya orang intek itu ”Continous Improvement”, menjalani perbaikan secara berkelanjutan.

Bukan bisa atau tidak bisa, tapi mau atau tidak mau. Kullu ummatii yadkhuluunal jannah illa man abaa, seluruh ummatku masuk surge kecuali orang yang tidak mau. Dalam kondisi saat ini, dibutuhkan kecerdasan yang lebih untuk mengatasi permasalahan bangsa ini, dan kita hadir di Indonesia ini, tidak membutuhkan sesuatu yang baru, seluruh cara untuk memperbaiki bangsa sudah ada dalam alquran dan sunnah, sudah dicontohkan oleh ulama-ulama kita salafus shalih , tinggal kita mau atau tidak. Semoga kita semua diberikan kemudahan oleh Allah untuk melakukan. Ramadhan adalah jami’atul hayah, universitas kehidupan. Banyak oleh Allah dijadikan orang-orang yang cerdas, orang-orang yang bertakwa dan diantara hasil dari perguruan tinggi Ramadhan adalah kaum muslimin yang berhasil atas izin Allah membangun sejarah yang luar biasa mengalahkan musuh-musuh islam, walaupun mereka lebih banyak jumlahnya, mereka lebih banyak dananya tapi dikalahkan oleh kaum muslimin yang jumlahnya hanya 300 orang dan ini diabadikan dalam surat al-anfal, dalam ayat ini dikatakan “Allahu qadir” Allah maha kuasa dengan jumlah muslimin yang lebih sedikitdari pada orang-orang kafir. Baggaimana caranya agar kita mau dimenangkan oleh Allah? Ternyata kecerdasan spiritual yang sangat luar biasa itu berawal pada iman dan takwa. Sebuah bangsa akan diberikan kecerdasan spiritual dalam membangun peradaban, melepaskan kaumnya dari jahiliyyah menuju kesuksesan modalnya adalah iman dan takwa.

Sama-sama surat madaniyyah, albaqarah dan annisa, kenapa dalam surat annisa ayat pertama bunyinya ya ayyuhannasu taqu rabbakum? . kenapa ketika berbicara tentang puasa menggunakan ya ayyuha ladzina aamanuu? Hai orang-orang yang beriman tetapi ketika berbicara tentang pernikahan menggunakan ya ayyuhan naas. Puasa adalah hal khusus imani, tidak mungkin seseorang akan berpuasa dengan benar,  tidak mungkin seseorang kuat berpuasa kalau tidak ada modal yang namanya iman. Karena puasa tidak cukup dengan modal kemanusiaan berbeda dengan kawin, kekuatan spiritual yang menjadikan kaum muslimin mampu mendirikan kerja besar, maka ayat-ayat quran yang memerintahkan kerja besar selalu diawali dengan ”hai orang-orang yang beriman”. Termasuk berjihad dan termasuk juga amar ma’ruf nahyi munkar. Kenapa harus kecerdasan spiritual yang kita butuhkan walaupun otak kita juga harus cerdas, tetapi kenapa hari ini kita sangat membutuhkan kecerdasan spiritual dari jami’atul hayah , karena kita lagi dilanda krisis keberkahan. Berkah bermakna kebaikan yang tetap, kebaikan yang permanen. Agar kita diberkahi oleh Allah, kita harus dekat dengan Allah. Imam Suyuti rahimahullah mengatakan “semuanya disandarkan kepada Allah karena Allah merupakan sumber barakah”. Kalau kita ingin berumah tangga diberkahi oleh Allah, ingin berjamaah diberkahi oleh Allah, bermasyarakat diberkahi oleh Allah maka kita harus dekat dengan Allah. Dari sekian banyak tabaraka dalam alquran hanya Allah sebagai fa’il nya. Negara manapun yang ingin berkah, lagi-lagi syaratnya adalah kecerdasan spiritual yaitu iman dan takwa.


Bait Firdaus. Sabtu,  04 Juni 2016

Masjid Raya Istiqlal. Jl. Taman Wijaya Kusuma, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar