Pages

Minggu, 27 Desember 2015

Al-Huda




Ciri-ciri orang beriman adalah ia senantiasa  bertauhid. Bukan hanya mengucapkan kalimat syahadatain tetapi meresapi dan meyakini Allahlah satu-satunya ilah yang ada di alam semesta ini. Dalam Al-Quran Allah memisalkan kalimat tauhid seperti pohon yang subur.

أَلَم تَرَ كَيفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصلُهَا ثَابِتٌ وَفَرعُهَا فِى ٱلسَّمَآءِ 


Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik [Tauhid] seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,    
(Ibrahim 14: 24)

Pohon yang subur akan berbuah, dan buah itu akan membuat senang pemakannya karena rasa manisnya. Begitu juga dengan orang yang beriman, orang yang imannya kuat maka dari keimanan itu akan menghasilkan mu’amalat, dari mu’amalat akan membuat ketentraman dan sebaliknya.
Yang menjadi masalah adalah kenapa  umat manusia berbeda kepercayaan. Jawabannya adalah sudah jelas yang mana halal dan yang mana yang haram.

فَأَلهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقوَىٰهَا

maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu [jalan] kefasikan dan ketakwaannya,
 (Asy-Syamsy 91: 8)

Pada awalnya manusia dilahirkan dalam keadaan ‘afiif ,orang tuanya lah menjadikannya yahudi atau nasrani. Nabi Adam pula diciptakan dalam keadaan terhormat dimana malaikat tunduk kepadanya illa ibliis. Dan surgalah rumah pertama manusia.

Jadi sejatinya manusia adalah makhluk surgawi yang diciptakan di surga dan tinggal pula di surga. Karena Allah ingin menguji kita maka Allah memberikan perjalanan yang jauh kepada kita. Maka dari itu kita haruslah kembali ke rumah kita tempat keberadaan kita sebenarnya.

Allah tidak akan membiarkan hambanya yang sangat ia cintai tersesat, pastikah Allah memberi panduan dengan guide booknya yaitu  Al-Quran untuk memandu kita semua kembali ke rumah kita. Yang disayangkan adalah mereka yang tidak menghiraukan buku itu padahal sudah jelas dan pasti kebenarannya.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang beruntung. Amiin...

Wallahu a’lam bi shawaab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar