Ciri-ciri orang beriman adalah ia senantiasa bertauhid. Bukan hanya mengucapkan kalimat
syahadatain tetapi meresapi dan meyakini Allahlah satu-satunya ilah yang ada di
alam semesta ini. Dalam Al-Quran Allah memisalkan kalimat tauhid seperti pohon
yang subur.
أَلَم تَرَ كَيفَ ضَرَبَ
ٱللَّهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصلُهَا ثَابِتٌ
وَفَرعُهَا فِى ٱلسَّمَآءِ
Tidakkah
kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik [Tauhid]
seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,
(Ibrahim
14: 24)
Pohon yang subur akan berbuah, dan buah itu akan
membuat senang pemakannya karena rasa manisnya. Begitu juga dengan orang yang
beriman, orang yang imannya kuat maka dari keimanan itu akan menghasilkan
mu’amalat, dari mu’amalat akan membuat ketentraman dan sebaliknya.
Yang menjadi masalah adalah kenapa umat manusia berbeda kepercayaan. Jawabannya
adalah sudah jelas yang mana halal dan yang mana yang haram.
فَأَلهَمَهَا فُجُورَهَا
وَتَقوَىٰهَا
maka
Allah mengilhamkan kepada jiwa itu [jalan] kefasikan dan ketakwaannya,
(Asy-Syamsy 91: 8)
Pada
awalnya manusia dilahirkan dalam keadaan ‘afiif ,orang tuanya lah
menjadikannya yahudi atau nasrani. Nabi Adam pula diciptakan dalam keadaan
terhormat dimana malaikat tunduk kepadanya illa ibliis. Dan surgalah
rumah pertama manusia.
Jadi
sejatinya manusia adalah makhluk surgawi yang diciptakan di surga dan tinggal
pula di surga. Karena Allah ingin menguji kita maka Allah memberikan perjalanan
yang jauh kepada kita. Maka dari itu kita haruslah kembali ke rumah kita tempat
keberadaan kita sebenarnya.
Allah
tidak akan membiarkan hambanya yang sangat ia cintai tersesat, pastikah Allah
memberi panduan dengan guide booknya yaitu Al-Quran untuk memandu kita semua kembali ke
rumah kita. Yang disayangkan adalah mereka yang tidak menghiraukan buku itu
padahal sudah jelas dan pasti kebenarannya.
Semoga
kita semua termasuk orang-orang yang beruntung. Amiin...
Wallahu
a’lam bi shawaab

Tidak ada komentar:
Posting Komentar