Pages

Minggu, 27 Desember 2015

Generasi Quran Generasi Berprestasi..






كُنتُم خَيرَ أُمَّةٍ أُخرِجَت لِلنَّاسِ تَأمُرُونَ بِٱلمَعرُوفِ وَتَنهَونَ عَنِ ٱلمُنڪَرِ وَتُؤمِنُونَ بِٱللَّهِ‌ وَلَو ءَامَنَ أَهلُ ٱلڪِتَـٰبِ لَكَانَ خَيرًا لَّهُم‌ مِّنهُمُ ٱلمُؤمِنُونَ وَأَڪثَرُهُمُ ٱلفَـٰسِقُونَ 
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”  (Ali Imran 3: 110)


Disebutkan bahwa kita umat islam adalah umat yang terbaik dan juga pada ayat lain kitalah yang terbaik di sisi Allah. Tapi bagaimana dengan realitas sekarang ini. Jangan terlalu jauh, kita lihat saja negara kita Indonesia yang mayoritas islam, apakah kita merasakan nikmatnya kemerdekaan dan apakah bebas dari jajahan? Jawanya adalah belum. Banyaknya kejahatan korupsi , vandalisme, fitnah dimana-dimana adalah contoh lemahnya iman. Karena kita tahu Allah maha melihat dan Allah mengetahui apa saja yang makhluqnya perbuat. Tapi bagaimana dengan orang yang bermaksiat? Apakah mereka mengingat Allah? Sejatinya mereka dalam keadaan tidak beriman bukan berarti mereka kafir akan tetapi mereka tidak ingat akan kehadiran Allah yang selalu mengawasinya.
Masalahnya adalah kenapa kita tidak seperti yang disebutkan dalam as-surah aliimran ayat 110?

3 point yang sangat penting yang terkandung dalam ayat itu adalah
·        Ta’muruuna bil ma’ruf  (menyuruh kepada yang ma’ruf)
·        Tanhawna ‘anil munkar  (mencegah kemunkaran)
·        Tuminuuna billah  (beriman kepada Allah)
Sebelumnya adalah masalah kenegaraan, sekarang kita lihat kehidupan kita sendiri sebagai siswa apakah kita telah memenuhi point-point yang disebutkan.
Untuk menjadi generasi qurani tidak hanya dengan menghafal quran sepenuhnya tapi cukuplah kita mengamalkannya mengerti apa yang terkandung di dalamnya. Jikalau kita belum bisa atau terbiasa dengan bahasa arab, kita bisa saja memahami terjemahannya. Dengan quranlah Allah berfirman dengan quran pula kita bisa bercakap-cakap dengan-Nya. Bangkitkanlah negara kita dan jadilah generasi qurani yang berakhlaqul karimah, shohihul ibadah dan yang akan menjadi pemimpin dunia.
إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلإِسلَـٰمُ‌ وَمَا ٱختَلَفَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلكِتَـٰبَ إِلَّا مِن بَعدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلعِلمُ بَغيَا بَينَهُم‌ وَمَن يَكفُر بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلحِسَابِ 
“Sesungguhnya agama [yang diridhai] di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian [yang ada] di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.”    
(Ali Imran 3: 19)
Sekarang coba kita buka jendela sejarah dimana Khilafah Utsmani sebagai khilafah terakhir dan 3 maret 1924 sebagai tanggal resmi dihapusnya khilafah. Semua itu harus kita ambil hikmahnya dan jadikan itu sebagai pelajaran yang penting bagi kita, mengapa khilafah bisa runtuh dan mengapa? Mengapa islam bisa terpecah belah?

Di saat islam mengalami golden Age atau masa-masa kejayaan dimana islam menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan. Islam berada diatas lebih maju dibandingkan bangsa lain. Andalusia yang dulu adalah kerajaan yang sangat megah dengan bangunannya yang sangat indah kini hilang tersingkir. Di bawah pemerintahan islam dari tahun 92 H/711 M sampai 797 H/1492 M telah mengukir sejarah, terbukti banyak sejarawan yang menjelaskan kejayaan Andalusia saat itu dan juga pula keruntuhannya. Setelah berjaya selama 8 abad lamanya, kejayaan itu ternyata jatuh ditangan aliansi-aliansi kristen disekitarnya. Coba kita renungkan keruntuhan islam pada masa itu. Apakah penyebab mereka runtuh?

Andalusia runtuh karena faktor iman mereka yaitu semakin jauhnya dengan Al-Quran, meninggalkan ajaran islam. Karena sangat sibuknya dengan urusan dunia, mereka pun meningggalkan jihad. Jihad adalah salah satu benteng kita, kristen dapat menaklukan Andalusia karena benteng kita lemah semangat kita menurun. Ilmu pengetahuan di musnahkan dan sebagian diambil hak ciptanya, jadilah kerajaan itu lautan hitam yang dipenuhi oleh tinta masa kejayaan islam. Kalian harus tahu penyakit apa yang menyerang mereka semua sehingga jauh dengan quran. Penyakit itu adalah “Cinta kepada dunia dan lupa kepada akhirat”
وَإِذَآ أَرَدنَآ أَن نُّہلِكَ قَريَةً أَمَرنَا مُترَفِيہَا فَفَسَقُواْ فِيہَا فَحَقَّ عَلَيہَا ٱلقَولُ فَدَمَّرنَـٰهَا تَدمِيرًا 
“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu [supaya menta’ati Allah] tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan [ketentuan Kami], kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”  (Al-Isra 17: 16)
“Jangan jadikan semua itu sebagai kenangan tapi jadikanlag pelajaran untuk berubah menjadi lebih baik”.
Tidak ada yang tahu kapan ajal akan menjemput. Bisa jadi saat kita pulang sekolah atau saat kita sedang beribadah, lebih dikutkan lagi apabila ajal menjemput kita di saat kita sedang berbuat kemaksiatan na’udzubillahi min dzalik. Maka dari itu mulailah dari sekarang untuk menyeru kebaikan, mencegah kemunjaran, dan ingatlah Allah dimana pun kita berada. Mulailah untuk menjauhi sifat curang, bohong, dan kawan-kawannya. Karena bohong adalah kepala dari dosa, jika seseorang berbuat bohong ada kemungkinan dia akan seterusnya bohong karena untuk alasan menutupi kebohongannya yang sebelumnya. Salah satunya adalah menyontek saat ujian. Orang menganggapnya itu hal yang sepele karena kebanyakan orang lupa, ia hanya ingin mengincar jalur undangan tetapi ia salah cara untuk mendapatkannya. Ia pun menghalalkan segala cara dan lupa siapa yang selalu mengawasinya setiap saat. Sangat berpengaruh sekali tidak hanya saat ketika ia ketahuan dan mendapat nilai nol tapi bahkan saat tidak ada satu pun manusia yang tahu akan berpengaruh saat ia mempelajari materi selanjutnya ataupun saat ia mendapat jalur undangan. Nilai besar tapi ia tidak mampu bersaing karena ia telah salah dalam mengambil jalan untuk mencapai undangan itu. Dan setelah lulus ada kemungkinan ia tidak akan mendapatkan apa yang ia cita-citakan atau ia akan mendapatkan apa yang tidak ia harapkan.
Ada pepatah arab yang menyebutkan:
“Man Saara ‘ala darbi washola”
Barangsiapa yang berjalannya maka sampailah ia

Sebagai Insan yang hasan kita haruslah mengingatkan teman kita selalu untuk menjauhi kemunkaran. Itulah salah satu sifat insan quran yang disebutkan pada AliImran ayat 110. Janganlah kalian sekali-kali taku untuk mencegahnya karena itu sebagian dari dakwah. Dakwah berarti mengajak dan dakwah hukumnya wajib. Apakah kalian berat untuk mengajak teman kalian untuk sholat? Apakah kalian berat untuk mengajak teman kalian untuk bertadarus bersama?
وَلتَكُن مِّنكُم أُمَّةٌ يَدعُونَ إِلَى ٱلخَيرِ وَيَأمُرُونَ بِٱلمَعرُوفِ وَيَنهَونَ عَنِ ٱلمُنكَرِ‌ وَأُوْلَـٰٓئكَ هُمُ ٱلمُفلِحُونَ
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”  (Ali Imran 3: 104)
Mulailah untuk meninggalkan sifat-sifat buruk yang menjadikan umat ini hancur. Dan ingatlah pendidikan bukan didapatkan dengan cara yang curang tapi dengan kejujuran dan dari kejujuran itu akan membuahkan hasil yang memuaskan.
Maka kembalilah kalian kepada Al-Quran karena di Al-Quran telah dijelaskan mana yang halal dan mana pula yang haram. Dan kembalikanlah segala urusan kepada Al-Quran jika kalian tidak mengerti maka serahkanlah pada ahlinya.
Semoga bermanfaat untuk kalian hususnya untuk saya sebagai penulis. Masa depan ada ditangan kita maka teruslah berkreasi menghidupkan bangsa ini dan jadilah GENERASI QURANI yang bermanfaat bagi negara, agama, dan dunia.
فَفِرُّوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ‌ إِنِّى لَكُم مِّنهُ نَذِيرٌ مُّبِينٌ
Maka segeralah kembali kepada Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. (Adh-Dhariyat 51: 50)

Wallahu a’lam bi shawaab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar